Pertumbuhan brand lokal di Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak brand berhasil membangun awareness dan traction di pasar, namun tidak semuanya mampu menarik perhatian investor. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan perspektif antara founder dan investor dalam melihat sebuah bisnis.
Investor pada dasarnya tidak berinvestasi pada ide atau produk semata, melainkan pada bisnis yang telah terbukti memiliki potensi pertumbuhan. Salah satu indikator utama adalah traction. Traction mencerminkan seberapa besar pasar merespons produk, yang dapat dilihat dari penjualan yang konsisten, pertumbuhan revenue, serta tingkat repeat order pelanggan. Tanpa traction yang jelas, bisnis akan sulit dinilai secara objektif (Harvard Business Review, 2020; Y Combinator, 2021).
Selain traction, scalability menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Investor akan melihat apakah bisnis dapat diperbesar dengan sistem yang efisien tanpa peningkatan biaya yang tidak sebanding. Bisnis yang terlalu bergantung pada proses manual atau belum memiliki sistem operasional yang solid biasanya dianggap sulit untuk scale (McKinsey & Company, 2022).
Faktor berikutnya adalah unit economics. Investor akan menganalisis apakah setiap unit produk atau pelanggan menghasilkan keuntungan. Jika unit economics negatif, maka pertumbuhan justru dapat memperbesar kerugian. Sebaliknya, unit economics yang sehat menunjukkan bahwa bisnis memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang (Sequoia Capital, 2020).
Di luar aspek angka, investor juga sangat memperhatikan kualitas founder dan tim. Kemampuan eksekusi, kecepatan dalam mengambil keputusan, serta pemahaman terhadap bisnis menjadi faktor penentu. Dalam banyak kasus, investor lebih memilih founder yang kuat dengan bisnis yang masih berkembang dibandingkan bisnis yang sudah bagus tetapi dipimpin oleh tim yang kurang solid (Andreessen Horowitz, 2019).
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, brand lokal dapat mempersiapkan diri menjadi bisnis yang tidak hanya menarik secara produk, tetapi juga investable dan scalable.